Andra dengan terpaksa menerima usul para dokter. Dia telah membulatkan niat untuk membawa putrinya pulang. Sudah hampir sebulan putri kecilnya itu belum juga mau membuka mata dan bangun. Ara selalu setia menunggu di sampingnya. Gadis itu tidak pernah meninggalkan Erly walau sebentar saja, kecuali Andra dan Marcel memaksanya untuk pulang. Itu pun harus melalui perdebatan yang cukup panjang antara Ara dan Andra. Ternyata Andra masih belum bisa menghilangkan rasa bencinya terhadap Ara. Meski sudah diberi nasehat oleh Marcel agar tidak berdebat dan bertengkar di depan Erly, tapi tetap saja mereka melakukan hal itu. "Terserah kamu!" celetuk Ara saking kesalnya pada Andra. "Tentu saja terserah aku. Dia putriku bukan putrimu," balas Andra. "Ish, kalau aku jadi Erly, aku juga tida

