Setelah memberi pengertian pada Erly, Ara meminta Erly dan Andra mandi. Mereka akan sarapan bersama. Bukannya mandi, Andra malah merebahkan tubuh di atas ranjang empuknya. Kedua tangan dijadikan bantal untuk menyangga kepala. Matanya menatap tinggi pada langit-langit kamar. Sebenarnya bukan langit kamar yang membutuhkan perhatiannya, tapi dirinya sendiri. Andra sendiri yang membutuhkan sebuah perhatian khusus agar pola pikirnya tentang Ara berubah. "Apa aku harus percaya pada gadis itu?" Andra kembali terngiang janji Ara pada putrinya. Semua yang dikatakan Ara pada Erly terekam dengan sempurna di dalam kepalanya. Sepertinya Andra mempunyai ruang khusus dalam kepalanya hanya untuk menyimpan segala sesuatu tentang Ara. Andra bangkit dan meraih handphone miliknya. "Halo, M

