Bab.74

846 Kata

  Andra yang sudah pusing tujuh keliling tidak peduli lagi dengan Ara dan Erly. Dia juga tidak tau kalau Erly bermain sendiri di sofa dan Ara sibuk di pantry. Memikirkan soal berita yang bakal beredar tentang dirinya dan Ara saja sudah membuatnya pusing. Kepalanya terasa sakit dan rasanya ingin pecah.   "Marcel, kenapa lama banget sih," ocehnya tidak sabar lagi menunggu kedatangan asisten dan sekretarisnya.   "Andra."   Mendengar namanya dipanggil oleh seseorang yang tidak asing, perlahan Andra membuka mata.   "Ada apa?" jawabnya ketus ketika mengetahui siapa yang memanggilnya. Andra kembali menutup mata.   "Aku buat kopi untukmu. Siapa tau bisa meringankan sakit kepalamu," ucap Ara menyodorkan segelas kopi dengan aroma wangi pada Andra.   "Tarok saja di situ!" pinta Andra tanpa memb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN