setelah si kembar selesai mandi dan siap dibawa keliling kompleks. aku melupakan kejadian tadi pagi. aku harus bisa bahagia bersama andi suamiku, batinku ting... tong... ting... tong... ting... tong... bik ijah bergegas membuka pintu rumah karena sang tamu tak sabar yang selalu menekan bel rumah "mana istri andi" suara wanita yang menggelegar membuat panik orang yang mendengar karena tak ada jawaban "kenapa diam bik, panggilkan yang katanya istri andi. sekarang...." cinta masih terdiam lalu pintu kamar dibuka bik ijah, tanpa mengatakan apa pun aku tahu siapa yang ingin berjumpa denganku. aku tersenyum dan mengangguk. bik ijah tertunduk lalu pergi meninggalkan kamarku. aku menyerahkan si kembar pada pengasuh lalu aku keluar kamar. saat mata kami bertemu "cinta?" lalu aku mendekatka

