Isi pesan grup wa keluarga istriku (24) "Mas Haris, maaf kan aku," aku hanya berucap pelan. Ya, semua ini memang kesalahanku. Dan tidak seharusnya aku melakukan ini, seharusnya ini menjadi masa lalu saja. Mas Haris bukan milikku lagi, dia sudah menjadi calon suami dari nona Kimmy, aku tidak boleh menganggu kehidupannya lagi. Cukup selama ini aku yang telah melukai hatinya, setidaknya sekarang aku harus bisa membahagiakan mas Haris menembus semua dosa yang telah aku lakukan. Aku menghapus air mataku, yang sempat terjatuh membasahi pipiku. Kutatap kembali Mas Haris dengan nanar. Mungkin ini untuk terakhir kalinya aku melihat wajahnya lagi secara dekat. "Tampan," CK, aku tersenyum kecil, air mataku kembali mengalir. Hanya doa yang bisa aku lakukan sekarang kepadamu Mas, setelah sekian b

