Laki-laki misterius itu berbicara dengan nada berbisik di belakang Ara. “Hmm, Sulit sekali untuk menemuimu tanpa mendapatkan gangguan, Ara.” Dengan perasaan terkejut, Ara tidak menengok ke belakang, namun dia segera membalas perkataan laki-laki itu walaupun dengan nada suara gemetar karena merasa tegang. “Si-siapa kau?” “Kau sudah lupa? Kita bertemu beberapa hari yang lalu, apakah kau ingat ketika temanmu yg bernama Alex itu hampir meledakan tubuhku bersama gunung?” Seketika itu Ara tambah terkejut, karena dia menyadari siapa sosok yang sedang berdiri dibelakangnya tersebut. “Ri- Richard snyder?” “Ya.” Ucap Richard secara singkat. Kemudian dengan nada terbata-bata, Ara bertanya lagi. “A- apakah kau datang kesini untuk menangkapku?” “Tidak, tentu saja tidak, jangan dulu mengambil

