XXXVII

1058 Kata

"Andrew tahu, sangat tidak dibenarkan melakukan hal terlarang itu. Tetapi Kakek, aku sangat mencintai cucumu hingga dititik lebih buruk dari tidak waras. Papaku sudah menghajarku atas apa yang sudah kulakukan pada puterinya, jika kau marah maka pukul aku jangan kau berhati dingin seperti ini." Andrew terus saja bicara, menceritakan semuanya yang terjadi padanya. "Tidak benar pula jika aku terus bersikeras meminta maaf juga meminta restumu tanpa kedatangan orangtuaku, untuk menunjukkan ketulusan hatiku." Jessi menahan tangisnya melihat puteranya memohon seperti ini, ingin menolong pun rasanya ia tak bisa karena ini memang salah Andrew. Puteranya itu harus bertanggungjawab atas apa yang telah ia lakukan. Ia kemari bersama suaminya karena ingin meminta maaf secara pribadi pada Kakek Rain, t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN