XXXV

1022 Kata

Seharian ini mereka bersenang-senang, pergi menaiki apapun yang Alarick mau. Anak kecil itu pun tak pernah mau lepas dari ayahnya sama sekali, binar bahagia begitu terlihat. Mereka tampak seperti keluarga bahagia sekarang. "Makan pelan-pelan Al." Rain mengusap tepian bibir Alarick pelan dengan tisu. Alarick begitu bersemangat memakan kentang gorengnya, mata kecilnya terus melihat kearah Andrew yang sibuk makan steak. "Apa kau mau?" Andrew menyodorkan sepotong daging yang berada digarpunya kepada Alarick. Alarick mengangguk dan membuka mulutnya menerima suapan sang ayah. Alarick rasanya masih tidak bisa percaya, ayahnya disini bersamanya. Setelah sekian lama ia ingin sekali bertemu ayahnya akhirnya mereka bertemu juga. Kemana ayahnya selama ini dan kenapa baru sekarang menemui dirinya ju

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN