Syakira membuka bingkisan yang diberikan oleh Levin, perempuan itu bingung, kenapa laki-laki tersebut gemar sekali memberikan hadiah-hadiah padanya. Padahal ia sudah berkali-kali menolak, agar tidak berlebihan di sini, tetapi tetap saja. Syakira menggeleng pelan begitu berhasil mengambil benda dalam paper bag itu, sepotong hijab berwarna hitam tanpa motif. Bibirnya menyunggingkan senyum tipis, tak lama kemudian menghilang begitu saja. Ia meraih benda yang teronggok di meja, berniat mengirim pesan pada laki-laki yang baru saja memberikan hadiah untuk kesekian kali. Tetapi sayang sekali, niatnya urung begitu mendengar suara ketukan pintu menggema memecah kesunyian di kamar sepetaknya itu. Buru-buru ia menyimpan kain berbentuk segiempat dalam genggamannya dan beranjak dari sana. Ia kemba

