Bab 56 : Menatap Jam Dinding

1249 Kata

“Ngapain kemari?” tanyanya. “Masuklah, di luar udaranya dingin.” “Biarin aku sendiri, Abang tidur aja sana.” “Haaah, malas ah! Maunya bareng kau.” Kaif menutupi tubuh Emilia dengan jaket lalu duduk di sebelahnya. Emilia malas melayaninya, dia memejamkan matanya saja sampai emosinya mereda. Aydan berpikiran kalau ponselnya habis baterai, jadi dia berinisiatif memberi kabar paman dan bibinya agar tidak khawatir lagi. Beberapa menit kemudian dia pun istirahat. Keesokan harinya. Hanin meminta suaminya bersabar. Kaif tidak pulang semalaman dan tidak tau keberadaannya ada di mana? “Sayang, sudah lah, anak kita gak mau dikenalkan sama anak pak Tris. Lebih baik kita katakan saja nanti saat makan siang bersama,” ujar Hanin. Raihan mengangguk. “Ya, Hanin. Kamu benar, Kaif tidak bisa lagi k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN