"Kak, oh, Kak!” Seorang kernet bus membangunkan Emilia yang tertidur ketika sudah sampai di terminal. “Ealah, dia malah ketiduran!” pria itu terus membangunkannya. Emilia mengigau sampai pria itu harus memegang tangannya agar ia terbangun. "Aagghh!" jeritnya langsung membuka mata lalu melihat ke sekitar. Busnya sudah kosong. "Udah sampe, Kak! Kakak ketiduran sampai mimpi-mimpi gitu." Pria itu tersenyum. "Astaghfirullah, makasih ya, Bang!" "Yayaya, itu ponselnya berdering terus dari tadi." "Oh, iya. Makasih banyak." Emilia merogoh tasnya kemudian melihat si penelepon. Aydan menghubunginya lalu dia menghubungi balik. Semua mimpi buruknya terasa sangat nyata hanya karena dirinya teringat oleh ayahnya sejak tadi malam. “Assalamu’alaikum,” ucap Emilia lebih dulu. “Wa’alaikumsalam. Kau

