“Masuklah.” Aydan memintanya masuk lalu menutup pintunya lagi. Kaif duduk di tepi tempat tidurnya lalu melihat ke arahnya. Aydan memperhatikan sikap kakaknya yang beda. “Ini pertama kalinya aku kerja, aku ingin namaku baik di perusahaan. Saat kau datang dan mempermasalahkan design itu, mereka menggosipi aku.” Aydan masih berusaha menemukan titik tujuannya. Dia mengangguk saja mendengar kakaknya berbicara. “Secara tak langsung, kau hari ini berkedudukan lebih tinggi dariku. Aku sakit hati.” Aydan menaikkan alisnya. “Maaf, Bang, bukan maksudku memimpinmu, Aku hanya mengikuti perintah papa.” “Ya, kau benar. Semuanya masih bisa berubah. Aku ingin mengubah imageku juga, kau bisa bantu?” tanyanya memelas kasih pada adiknya. Aydan berpikir dulu sambil berdiri, menyandar ke dinding. Memiki

