Setelah sholat subuh bersama papa dan mama, Aydan diminta menemani Raihan duduk di balkon sembari menanti sinar matahari mengintip dari balik awan. Hanin memberikan mereka waktu berdua untuk berbicara. Raihan ingin sekali bertanya mengenai Emilia pada Aydan. Mereka duduk bertemankan dua teh panas yang baru saja dibuatkan oleh Hanin. "Makasih, Ma." "Makasih, Sayang." "Sama-sama," sahut Hanin memegang kedua bahu pria tersebut kemudian pergi ke dapur untuk membuatkan mereka sarapan. "Aydan, dia wanita yang kau suka?" tanya Raihan. "Ya, Pa." "Kau sudah telusuri seluk beluknya?" "Sudah, Pa. Pak Thamrin yang bekerja dengan kita adalah pamannya." "Betulnya? Pak Thamrin itu pamannya?" "Iya, Pa. Aku juga kaget saat mengetahui kebenaran itu. Istri pak Thamrin adik ayahnya." "Haha, masyaA

