Penjelasan 3

1555 Kata

Setelah sholat shubuh tidak ada pembicaraan antara aku dan Kak Dika. Aku di bankar hanya bisa duduk bersandar, bingung mau melakukan apa. Tidak ada buku, majalah dan ponselku saja ada di rumah. Sedangkan Kak Dika yang memilih duduk di sofa, tertidur.   Aku melirik makanan di atas nakas. Ada nasi tim, sayur, ayam suwir, jeruk dan air putih. Makanan khas rumah sakit. Daripada bosan, mungkin aktifitas mengisi perut cukup menjadi pengalihan. Aku mengambil makanan tersebut untuk di letakkan di atas pangkuanku. Kemudian membuka plastik yang merekat pada nampan.   "Sudah datang sarapannya?" suara barithon dan serak bangun tidur menghentikan aktifitasku yang menyendok nasi. Aku menoleh ke sumber suara dan mengangguk.   Kak Dika bangun dari duduknya menghampiriku. Saat dia sudah berdiri di sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN