Pikiranku jadi tidak menentu, aku sama sekali tidak mencintai Tito tapi demi kesembuhan Gevan, aku rela melakukan apa yang aku tidak suka. Bukankah dalam hidup ini ada hal yang harus kita korbankan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai? Tapi apa Gevan akan bahagia setelah ini? Aku sesekali melirik ke arah Tito yang sedang fokus menyetir. Dia sahabatku sejak semasa sekolah, dia laki-laki yang baik, selalu ada untukku tapi sekarang dia berbanding terbalik, dia melakukan kebaikan ada imbalannya. Sekarang aku paham, tidak semua orang yang kita anggap baik akan selamanya baik, ada kalanya dia akan berubah seperti monster. Di jok belakang sudah ada seseorang yang akan mendonorkan matanya untuk Gevan, dia seorang pemuda miskin yang butuh uang untuk membiayainya kuliah adiknya dan membayar h

