Setelah proses lamaran itu keluarga Tisha dan keluarganya Gevan sangat antusias sekali dalam menyiapkan resepsi pernikahan. Padahal Tisha juga tidak ingin yang mewah karena posisinya mereka hanya mantan suami-istri yang hanya perlu ijab qabul tanpa harus dibesarkan acaranya, yang penting sah. Gevan sendiri ingin pernikahan ini digelar di Raja Ampat, dan tentu saja Tisha menolak. Dia tidak ingin menikah sejauh itu padahal acaranya juga sehari. "Gev, aku mau kita ijab qabul aja." Gevan tersedak kopi hitam yang sedang ia teguk. "Tapi keluarga kita lagi menyiapkan acaranya, Sayang." "Yang penting sah, Gev. Aku males kalau harus berdiri di depan tamu, menyalami semua yang hadir." "Sayang, aku pengin punya kenangan indah sama kamu." Jujur dulu Thisa sangat memimpikan pernikahan ala seorang

