Tisha sudah menyetujui untuk melakukan operasi pengangkatan rahim, tapi nanti setelah dia menikah dengan Gevan. Sebenarnya itu hanya menjadi alasan Tisha untuk mengulur-ngulur waktu karena sejujurnya dia belum ada keberanian untuk melakukan hal itu. Besok adalah hari yang paling dinantikan oleh Pica, karena orang tuanya resmi bersatu dalam ikatan halal. Kini sang bunda sedang menyisir rambutnya. "Bun, i can't wait tomorrow." Tisha mengangguk dan menghentikan aktivitas sisirnya. "Iya, sekarang berangkat ya. Om Willy udah nunggu." Setelah mencium tangan Tisha, dia langsung beranjak dari sofa dan menghampiri Willy yang sudah lebih dulu ke mobil. Tak lama kemudian mamanya Tisha menghampiri dirinya yang masih bergeming di tempat. "Sha, are you happy?" "Happy kok, Ma. Kalau Pica bahagia ak
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


