BAB 22

1046 Kata

“Demi Tuhan, Sab. Aku Cuma bilang, aku khawatir sama kamu karena maraknya percintaan sesama jenis.” Jelas Laras, saat mereka sedang berada di ruang televisi. Juna tampak tertarik mendengarkan topik pembicaraan mengenai kakaknya. dia menyomot camilan kesukaan Sabrina dan menyesap kopi hitam Kakaknya. “Tapi kenapa Devon berani sekali bilang Kak Sabrina lesbi. Kalau saja tadi malam aku tidak masuk kamar, pasti akan kupukul mulutnya karena menuduh Kak Sabrina lesbi.” Satu sisi Sabrina merasa terharu tapi di sisi lain Sabrina jengkel dengan adiknya yang sengaja ataupun tidak sengaja telah memprovokasinya. “Juna diam.” Perintah Sabrina. Dia mengalihkan tatapannya pada Laras, “Ya, Ras, aku percaya kok.” Sabrina tersenyum. “Sab,  Devon hanya khawatir kalau aku dan kamu pacaran. Sama saja sepert

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN