Loto seketika bangun dari tempatnya duduk. Tangannya mengepal karena marah. Dia tak bisa tahan mendengar kedzaliman yang dilakukan orang lain, sementara sekarang orang-orang ini sekarang malah melempar fitnah dan tuduhan keji mereka kepada Michah. Orang-orang ini lah rupanya yang sudah dengan sengaja ingin mencelakakan nyawa Michah. "Jadi kalian semua yang sudah mengikat wanita malang itu ke kuda?" gumam Loto masih menahan amarahnya, tetapi mulutnya bergetar karena emosi yang ia tahan. "Kenapa kalian ingin melenyapkan Michah? Apa salahnya? Kenapa tega sekali kalian." "Benar. Kamilah yang sudah mengikat wanita mantan p*****r itu pada seekor kuda liar kambuhan." Jawab salah satu pria berompi biru tua yang merupakan satu dari dua pria yang mengawasi rumah Michah tadi malam. "Kami semua ingi

