Nyawa Bayar Nyawa

1897 Kata

Mendengar pengakuan Kadeto bahwa dialah yang sudah melenyapkan nyawa Nihima, Loto menjadi geram dan kesal. Ingin rasanya dia keluar dari persembunyiannya di balik bebatuan itu dan menembak kepala para anggota MagniSeven satu persatu. Akan tetapi logika warasnya masih bermain dan belum mengendalikan emosi dan pikiran Loto sepenuhnya. Loto sadar bahwa jika dia ingin membunuh MagniSeven dan menang melawan mereka, dia harus memikirkan dan memperhitungkan segalanya. Jika dia gegabah, maka bukan mereka yang akan tewas di tempat itu tetapi dirinya. Dan jika Loto tewas saat ini, maka tidak akan ada yang bisa membalaskan dendam kematian Nihima. Lalu amanat Nihima berupa selimut Kisa tersebut akan menjadi milik MagniSeven. Loto tak bisa membiarkan orang-orang jahat itu memiliki artefak sangat berhar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN