BAB 22

1360 Kata

"AAARRRGGGHH." Serangan dari Bagas pun tak terhindarkan. Pisau itu menggores tangan Vanya cukup dalam. Perempuan itu dengan sekuat tenaga mendorong Bagas hingga tersungkur. Kemudian dia segera berlari menuju ke pintu untuk melarikan diri. Jangan tanya, di depan pintu sudah berdiri beberapa anak buah Bagas dan sopir yang menculik dirinya tentunya. Dengan sigap mereka menghalangi langkah Vanya dengan tangan yang berdarah. "Minggir!" sentaknya mencoba melarikan lagi diri namun tidak bisa karena dua pria memegang tangannya. Tangannya masih ada goresan dan darah yang belum mengering, itu masih perih dan sakit tentunya. "Bawa dia ke ruangan tadi. Ikat dan jangan sampai dia lolos," perintah Bagas dengan penuh penekanan. Dengan sigap dua pria itu menyeret Vanya kembali ke ruangan tadi. Vanya te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN