"Ai, apa kau akan ke kampus? Biar abang yang antar." Lagi-lagi Raka menawarkan Aixa untuk berangkat ke kampus bersama, tapi karena pagi ini dia memang ada jadwal kuliah pagi Aixa mengiakan. "Tumben hari ini mau diantar, biasanya nggak pernah mau sama abang." "Bukannya nggak pernah mau, tapi abang itu berangkatnya kepagian. Kadang di kampus terpaksa nunggu lama, aku jadi males." "Kan enak di kampus duluan, bisa nongkrong-nongkrong, bisa melakukan apapun yang nggak bisa dilakukan ketika orang datang." "Ada-ada aja, yang namanya menunggu itu adalah pekerjaan yang paling membosankan." Raka tertawa, Aixa kemudian mengikutinya menuju mobil. "Bagaimana dengan cowok? Apa sekarang sudah ada cowok yang dekat dengan Aixa?" "Kenapa Bang Raka terus-terusan tanya sama Ai? Bang Raka sendiri gimana

