Drt..drt..drt..
Ponsel milik Lenta yang dia letakan di atas meja belajar berbunyi.
Dinda cabekq ia calling
"Hallo cabeeee!!Ngapain Lo nelfon gue Din?Lo kangen gue pasti,ya kan ?" Ucap lenta
"Pede banget si Lo anjir! Gue mau ngajak Lo biasa hangout bareng anak anak.Gimana ikut kan Lo?" ajak Dinda
"Boleh juga tuh,gue juga lagi boring banget."
"Oke,club biasa oke cabequ!Mwah"
"Najis Lo!Yaudah gue mau siap siap dulu.Jam 9 gue otw"
"Oke see you!"
Pip.
Lenta mematikan sambungan telfonnya,kemudian Lenta melihat jam dinding yang baru menunjukan pukul 7.30.Masih ada waktu untuk Lenta bersiap siap.
Club bukan tempat pertama yang dikunjungi oleh Lenta.Disaat Lenta masih SMP dia juga sering pergi ke club bersama sahabat sahabatnya,tentunya tanpa diketahui oleh Ryan dan Nasya.
Lenta sudah berganti pakaian dengan dress tanpa lengan dengan panjang 5 cm diatas lutut,rambut yang dia kepang kemudian digulung membentuk cepol,serta sepatu high heels berwarna hitam ditambah dengan polesan makeup tipis.
Lenta pun bergegas turun ke bawah.Saat sampai dibawah,Lenta hanya melihat adiknya yaitu Lina yang sedang menonton tv.
"Dek, gue pergi dulu ya.Bilangin sama mamah kalo gue pergi." ucap Lenta
"Pergi kemana ka?Kan udah malem ngapain pergi si kaak?Lina kan sendirian?" tanya Lina dengan cemberut
"Cuma bentar, gue pergi ya dek.Ada Bu Ijah kok.Dah adeku sayang!!"
"Ati ati kaaa,awas diiculik sama Abang abang!!" ujar Lina.Lenta hanya berdesis pelan dan menuju ke mobil pribadinya.
Lenta memang sudah bisa mengendarai mobil sendiri,hanya saja Ryan melarang Lenta untuk membawanya ke sekolah dengan alasan Lenta belum cukup umur untuk membawa kendaraan.
Lenta masuk kedalam mobilnya kemudian melajukan mobilnya menuju ke club tempat Lenta dan sahabatnya berkumpul.
---
Reyhan malam ini hanya tidur di kamarnya sambil bermain game FF kesayangannya.Sudah menjadi rutinitas Reyhan jika tidak ada kegiatan ia gunakan untuk bermain game sepuasnya.
Tok...tok...tok
"Masuk." Ujar Reyhan
"Permisi den,itu dibawah ada teman teman aden yang sudah menunggu." lapor bi Narsi.
Bi Narsi adalah pembantu dirumah Reyhan yang sudah bekerja disaat Reyhan dilahirkan.Keluarga Reyhan sudah menganggap bi Narsi keluarga sendiri karena sudah bekerja sangat lama dikeluarganya.
"Suruh tunggu dibawah,biar Reyhan turun." jawab Reyhan.
"Baik den." ucap bi Narsi,setelahnya bi Narsi pergi turun ke bawah meninggalkan Reyhan dilamarnya.
Reyhan pun mengeluarkan gamenya dan turun kebawah untuk menemui teman temannya.Reyhan melihat Dika,Iqbal,dan Dimas berpakaian sangat rapi.Tidak pernah sebelumnya mereka main kerumah Reyhan dengan penampilan seperti itu.
"Kemana Lo pada?" tanya Reyhan
"Maksud lo?" tanya Iqbal
"Gue tanya Lo pada mau kemana b**o!" Ucap Reyhan
"Tanya tuh yg jelas gausah dipotong potong." desis Dika
"Kita mau ngajak Lo ke club.Udah lama kita ga kumpul.Ga bosen dirumah mulu Lo?kaya perawan aja dirumah mulu!" timpal Dimas.
"Gue ganti baju dulu,Lo pada tunggu dimobil.Gue nusul ntar." jawab Reyhan.
Kemudian Dika, Iqbal,dan Dimas keluar menuju ke mobil untuk menunggu Reyhan.
Beberapa menit kemudian,Reyhan sudah berganti pakaian dengan celana jeans ditambah kaos serta jaket jeans dan sepatu Vans berwarna coklat miliknya.
"Ganteng banget om.Mau kemana?" ujar Iqbal sambil tertawa.
"Bacot lu!Buruan jalan!" jawab Reyhan.
Dimas pun melajukan mobilnya menuju ke club biasa mereka kumpul.
Sekitar 30 menit,mereka sampai di club itu dan turun.Saat memasuki club suara dentuman musik sudah mulai terdengar,mereka menuju ke meja bar memesan minuman biasa mereka.
"Lo iya ga Rey?" tanya Dimas
"Ga" jawab Reyhan
"Lo berdua mau biasa apa ganti?" tanya Dimas lagi kepada Dika dan Iqbal.
"Gue biasa aja." Ujar Iqbal
"Iya bener gue samain aja kaya iqbal." Timpal Dika
Dimas pun memesan minuman mereka kecuali Reyhan.
Tanpa sadar,Iqbal melihat Lenta dan teman temannya berada di club juga dengan penampilan yang sangat sangat menggoda.
"Bro liat deh,itu Lenta cuy sama temen temennya" ujar Iqbal sambil menunjuk Lenta dan teman temannya.
"Bujubuzet.Seksi amat ya duh menggoda iman banget" timpal Dika
Dimas yang sedang memesan minuman pun menoleh ke arah Lenta yang sedang bersama teman temannya."Wih a***y,seksi bener.Apalago tuh si Dinda aselole."
Reyhan yang mendengar ucapan Iqbal langsung mencari obejek itu.Betul,malam itu Lenta sangat menggoda dengan penampilan seperti itu.Tapi mana mungkin bisa Lenta pergi dimalam hari seperti ini dengan penampilan terbuka macam itu? Apakah kedua orang tuanya tidak mengetahui hal itu?