Sampai didepan kelasnya,Lenta berjalan menuju bangku yang sudah terisi oleh teman temannya.Dipojok belakang terdapat Ibra dan Adit yang sedang bermain game,sedangkan dibangku depannya terdapat Ziko dan juga Zahra.
Ngomong ngomong,Ziko dan Zahra sudah berpacaran sejak mereka SMP.Mereka satu sekolah dan melanjutkan disekolah yang sama.
Sedangkan Dinda?Dia sedang tertidur dimeja nya.Lenta yang melihat hal itu segera membangunkan Dinda.
"Bangun woy!" ujar Lenta sambil melemparkan tas miliknya ke kepala Dinda.
Dinda yang kaget karena suara Lenta yang keras itu bangun dari tidurnya sambil memegang kepalanya yang sakit karena lemparan tas milik Lenta. "sakit b**o! Ganggu aja Lo sana sana ah ngantuk gue!"
Lenta hanya terkekeh mendengar Omelan dari Dinda.
Kruyuk (anggep aja suara perut bunyi hehe)
"Dih bunyi paan tuh." heboh Dinda
"Perut gue,laper banget gue nih.Kantin ayo ah!" ajak Lenta
"Gue si ayo ayo aja,tapi gue males kalo berdua doang sama lo.Sono ajak yg lain." ujar Dinda.
"Ibraaaaaa,Adittttt kantin ayoooo!!!" Rengkek Lenta sambil menarik tangan Ibra dan Adit yang sedang bermain game.
"Anjir anjir Lo ganggu aja! Gue lagi main nih ntar kalah awas awas!" ujar Ibra sewot.
"Iya nih ah ganggu aja bambank! Kantin Sono kantin" timpal Adit.
Lenta yang mendengar itu hanya berdesis sebal.Kemudian melangkah kan kakinya menuju meja Zahra dan Ziko.
"Araaaaa,kantin ayoooo!!!!" teriak Lenta
"Udah mau masuk kali Len,tuh 5 menit lagi liat." ujar Zahra .
"Aaah,Lo semua nyebelin ih.Dinda gamau nemenin gue kalo kagak ada temen lagi.Ibra sama Adit sibuk nge-game.Zahra Ziko pacaran.apalah daya Lenta yg polos ini." ucap Lenta dengan nada memelas.
Ziko dan Zahra yang mendengar rengekan Lenta tertawa keras."Udah yang,temenin sana kasian Lenta noh udah kurus tambah kurus ntar."
Zahra tertawa mendengar ucapan Ziko tentang Lenta,sedangkan Lenta hanya cemberut mendengar penuturan dari Ziko.
"Yuk kantin." ajak Zahra.
Lenta pun langsung mengembukkan kedua pipinya dengan sumringah.
Lenta,Dinda,dan Zahra pun bergegas menuju kantin.
---
Lain hal dengan Reyhan dan teman temannya,mereka sedang mengurus lomba basket antar sekolah di ruangan serba guna bersama dengan anak anak basket lainnya sambil menunggu Pak Hera pembina basket mereka.Ya,Reyhan dan teman temannya mengikuti ekstrakurikuler basket.Reyhan sudah dari SMP mengikuti kegiatan basket itu karena basket adalah hoby nya.
"Laper gue,kantin ayo ah." ajak Dika
"Ayo,gue juga laper.Rey Lo ikut kagak?" tanya Iqbal kepada Reyhan yang hanya dijawab oleh gelengan kepala.
Dika dan iqbal bangkit menuju ke kantin karena perut mereka yang sudah keroncongan.Reyhan sedang menyiapkan beberapa berkas untuk diberikan kepada pak Hera,sedangkan anak anak lainnya sedang mengurus baju dan lain lain.
Saat dikantin,Iqbal dan Dika melihat Lenta bersama 3 teman perempuannya.Iqbal dan Dika menghampiri mereka.
"Hai,boleh gabung ga?" tanya Dika
Lenta dan teman temannya yang sedang makan sambil bercerita pun menoleh ke sumber suara tadi.
"Oh, tinggal duduk aja lagi.Ini tempat umum." timpal Lenta sambil memasukan bakso ke dalam mulutnya.
Iqbal dan Dika yang sudah diberi izin untuk duduk pun segera bergabung.
"Btw Lo Lenta kan?Kenalin gue Dika" ujar Dika sambil mengulurkan tangannya.
"Gue Alenta,panggil aja Lenta." jawab Lenta sambil membalas uluran tangan Dika.
"Dan Lo siapa?"tanya Dika lagi sambil menunjuk kedua teman Lenta.
"Kenalin,gue Dinda."
"Gue Zahra."
Dika hanya menganggukan kepalanya ketika sudah mengetahui nama teman teman Lenta.
Iqbal yang sedari tadi hanya diam sambil menunggu makanannya datang.
"Eh kak temen Lo satu itu pendiem?" tanya Lenta kepada Dika.
"Si Iqbal?Pendiem?Elah ngaco Lo dek! Iqbal emang gitu,kalo lagi laper bakalan diem." jawab Dika sambil tertawa.
Lenta yang mendengar hal itu juga tertawa."Aneh aja gitu gue kira emang pendiem."
"Len,Din,gue ke kelas duluan ya.Ditinggu Ziko soalnya." ujar Zahra.
"Iyaudah,Lo berani kan sendiri?"
"Ya berani lah, Lo pikir gue anak kecil." desis Zahra
"Oke." ucap Dinda
"Yauda,gue duluan ya dahhh.Kak gue duluan ya." ujar Zahra sambil melangkahkan kakinya keluar dari kantin.
"Udah punya cowo tuh temen Lo?" tanya Dika
"Udah kak,kenapa Lo naksir?" tanya Lenta
"Ye enak aja cuma tanya.Kenalin gue sama temen Lo dong tuh yang sebelah Lo itu"
"Gampang deh,kalo gitu gue sama Dinda duluan ya kak.Btw bilangin juga ke temen Lo kak,kalo laper batu dimakan jadi kagak kaya orang bego." Ujar Lenta sambil terkekeh.
Tanpa sadar,Iqbal mendengar ucapan Lenta.Dia tidak terima di bilang seperti itu.
"Woyy!!!Durhaka Lo ya sama kakak kelas!!" Teriak Iqbal.
Lenta menarik tangan Dinda sambil terkekeh dan megancungkan 2 jari menunjukan peace
Setelahnya,makanan pesanan Iqbal dan Dika datang.Mereka makan dengan lahapnya.
Berbeda dengan Reyhan.Reyhan tengah sibuk mengurus berbagai tugas, hari itu Dimas tidak masuk sekolah karena ada urusan keluarga.Jadi,Reyhan mengerjakan tugas itu sendirian.
Drt..drt..drt..
Ponsel milik Reyhan berbunyi, menampilkan bahwa maminya menelfon kemudian diangkat oleh Reyhan.
"Hallo mi,ada apa?" Tanya Reyhan
"Pulang sekolah kamu pulang dulu ya sayang.Ada sesuatu yang penting dari papi." Jawab Tari,mami Reyhan.
"Ya mi." ujar Reyhan
Setelah itu,Reyhan mematikan sambungan telfonnya dan memasukan kedalam kantong celananya.