Pukul 12 dini hari,Reyhan terbangun dari tidurnya karena merasakan ada sebuah pergerakan yang sedari tadi menganggu. Ya,Lenta yang tidak bisa tidur karena memikirkan ajakan Elang. "Ga tidur?" tanya Reyhan sambil membenarkan posisi tidurnya menjadi duduk. "Ga bisa tidur." jawab Lenta "Mikirin apa?" tanya Reyhan lagi sambil merangkul Lenta dan membawanya ke dalam pelukannya. Hangat dan nyaman,itu yang Lenta rasakan karena pelukan Lenta. "Gak kok." "Kita manggil aku kamu aja ya,biar enak didenger daripada gue elo." ujar Reyhan sambil mengelus kepala Lenta yang berada di pelukannya. Lenta hanya menganggukkan kepalanya kaku,karena tidak terbiasa memanggil atau menyebut aku kamu yang menurutnya sedikit aneh. "Aku besok ada rapat osis." ucap Reyhan. "Sampe malem?" Reyhan mengangkat

