Chapter 20

1047 Kata
"Ma, tadi Om Hansel telfon aku," ungkap Jessica yang baru saja memasuki kamar Mike dan Maura yang mana di sana hanya ada Maura seorang diri. "Apa katanya, Jes?" tanya Maura. "Om Hansel ajak aku pergi. Aku bilang aja kalau aku izin sama Papa dan Mama dulu," jawab Jessica. Maura yang saat itu tengah membaca sebuah majalah, ia pun meletakkan majalahnya dan matanya terfokus pada Jessica yang berdiri di hadapannya sekarang. "Coba kamu telfon dia lagi, kamu tanya apa tujuan dia ajak kamu pergi dan ke mana tujuannya," perintah Maura. "Tadi aku sudah tanya, Ma," jawab Jessica. "Hansel jawab apa?" tanya Maura. "Om Hansel bilang kalau mau bawa aku mall. Jalan-jalan akhir pekan biasa saja," ungkap Jessica. "Yasudah. Kamu siap-siap dan biar Mama yang kabari Hansel untuk jemput kamu," ucap Jessica. "Boleh, Ma?" tanya Jessica yang nampak antusias. "Iya, sayang," jawab Maura seraya tersenyum. "Terima kasih, Ma," ucap Jessica kemudian ia langsung keluar dari kamar Maura dan kembali ke kamarnya untuk bersiap. Sesampainya di kamar, Jessica langsung membuka lemarinya untuk memilih pakaian mana yang akan ia pakai untuk pergi bersama dengan Mike. Entah apa yang ada di dalam pikiran dan hati Jessica sehingga ia begitu antusias hendak pergi bersama dengan Hansel, guru di sekolahnya sekaligus guru di rumahnya juga. Namun, sesaat kemudian, Jessica tersadar akan tingkahnya yang aneh. "Kenapa aku harus memilih pakaian terbagus? Aku hanya pergi bersama Om Hansel, itu pun hanya ke mall saja," gumamnya. Kemudian, Jessica mengambil sebuah rok hitam dan baju kaos berwarna senada, kemudian ia mengganti pakaiannya dengan itu. ... 20 menit berlalu. Hansel baru saja sampai di pekarangan rumah Mike. Lelaki itu melihat Maura duduk di kursi teras dengan menyilangkan tangannya di depan d**a. Hansel pun segera keluar dari mobilnya dan ia menghampiri Maura. "Selamat sore, Bu." "Sejak kapan gue jadi Ibu lo?!" "Ada apa gerangan?" "Jangan begitu lah bicaranya. Berasa bicara sama orang penting tau nggak?" "Lah, gua memang penting, 'kan?" "Bahkan kucing komplek elo aja bilang kalau elo enggak ada penting-pentingnya." "Pengin bicara kasar tapi takut dosa." "Halah. Pokoknya gue enggak mau tahu, ya. Anak gue harus pulang dalam keadaan seperti saat dia pergi. Enggak ada lecet sedikitpun. Awas aja kalau elo bikin dia kenapa-napa." "Siap, Ibu komandan." Saat Maura selesai memberitahu Hansel, keluarlah Jessica. "Berangkat sekarang?" tanyanya pada Hansel. "Ayok," sahut Hansel. "Ma, aku berangkat dulu, ya," pamit Jessica seraya menyalami tangan Maura. "Hati-hati, Nak. Kalau Hansel usilin kamu, kamu telfon Mama aja," ucap Maura. Jessica menganggukkan kepalanya tanda mengerti. "Pergi dulu, Ra," pamit Hansel. "Ingat kata-kata gue tadi," ucap Maura mengingatkan. Hansel menaikkan jari jempolnya kemudian ia langsung membawa Jessica pergi. Di dalam mobil, Hansel menyetir dengan kecepatan sedang. Lelaki itu mulai membuka percakapan dengan Jessica yang sedari tadi hanya diam sembari menatap jalanan di hadapannya. "Mike ke mana? Enggak nampak tadi." "Papa lagi di ruang kerjanya. Dari setelah makan siang Papa di sana." "Sibuk, ya?" "Enggak. Cuman melihara ikan lelenya aja." "Yang benar lah jawabnya. Jangan ngasal." "Habis, Om Hansel kayak enggak ada pertanyaan lain saja." "Kalau suatu saat Mike dan Maura pergi jauh..." "Jangan berandai yang enggak baik. Aku enggak suka bayanginnya." "Oke okeeee." Hening, tidak ada lagi percakapan di antara keduanya. Bahkan sampai saat mereka tiba di sebuah mall. Jessica langsung memasang masker yang tadi ia bawa dari rumah. "Kenapa pakai masker?" tanya Hansel heran. "Aku takut kalau bertemu dengan teman-teman sekolah," jawab Jessica kemudian ia juga memasang topinya. "Tahu begitu, lebih baik enggak usah pergi, Jes," gumam Hansel. "Kenapa?" tanya Jessica. "Kalau elo pakai masker dan topi begitu, gua kelihatan lagi pergi sama buronan," jawab Hansel kemudian ia keluar dari mobil terlebih dahulu. Jessica nampak mencerna perkataan Hansel, kemudian ia juga keluar dari mobil lelaki itu dan berjalan di sampingnya. Saat memasuki pintu utama, Hansel nampak terkejut dengan gadis yang berjalan di sampingnya itu. Sebab, gadis itu tidak lagi memakai topi dan maskernya. "Kenapa? Kayak kaget gitu ekspresinya," heran Jessica. "Katanya takut kalau bertemu dengan teman sekolahnya," sindir Hansel. "Ngambek nih ceritanya?" goda Jessica. "Siapa yang ngambek? Yakali cowok ngambek," sargah Hansel. "Yasudah, aku pakai lagi nih," ancam Jessica. "Jes..." Jessica hanya terkekeh. Kemudian mereka berdua berjalan dengan santai mengelilingi area mall. Sesekali, Hansel menawarkan barang-barang kepada Jessica. Namun, Jessica menolaknya. DOORRR!!! PRANNKKK!!! Suara tembakan dan pecahan kaca terdengar bersamaan. Hansel segera melindungi Jessica. "JONGKOK SEMUANYA!" ucap salah seorang pria yang berpakaian serba hitam serta memakai penutup wajah. Pria itu juga memegang sebuah pistol di tangannya. Ia tidak hanya sendirian, melainkan ada teman-temannya yang jumlahnya lebih dari 10 orang. "Om... takut..." lirih Jessica. Hansel mengisyaratkan kepada Jessica untuk diam saja. Sebab, saat ini mall sedang dalam penjarahan. ... Di sisi lain. Mike baru saja keluar dari dalam ruang kerjanya, dengan cepat lelaki itu menuruni anak tangga dan menghampiri Maura yang sedang duduk santai di ruang tamu. "Jessica mana?" tanyanya. "Pergi barusan sama Hansel," jawab Maura. "Hah? Ke mana?" tanya Mike lagi. "Katanya sih mau ke mall. Palingan ke mall yang enggak jauh dari sini," jawab Maura. Mike terdiam, ia yang baru saja duduk langsung berdiri kembali. "Kenapa?" heran Maura. "Tadi aku dapat kabar kalau mall akan dijarah. Makanya aku sibuk susun rencana untuk gang aku," ungkap Mike. Kemudian lelaki itu sibuk menelfoni satu-persatu temannya. Kemudian, Mike bersiap untuk pergi ke mall juga. Maura tentu saja tidak ingin diam, ia mengikuti Mike dengan paksaannya padahal Mike sudah menolak. Akhirnya Mike membolehkan istrinya itu untuk ikut. Keduanya sama-sama berharap kalau Jessica akan baik-baik saja. "Jadi dari tadi kamu sibuk karena orang-orang yang enggak ada kerjaan itu?" tanya Maura kepada Mike yang sedang fokus menyetir. "Benar. Makanya pas selesai makan siang aku suruh kalian di kamar saja," sahut Mike. "Maaf, sayang. Aku enggak tahu," sesal Maura. Memang Maura lah yang memperbolehkan Jessica untuk pergi. Tadinya Maura berpikir hendak memberitahu Mike saat Mike selesai dengan pekerjaannya. Namun ternyata, izinnya malah membuat Jessica menjadi dalam bahaya. "Bukan salah kamu, sayang. Seharusnya aku juga bilang kenapa aku suruh kalian di kamar saja tadi," sahut Mike menenangkan. Karena Mike mengemudi dengan kecepatan tinggi, ia hanya membutuhkan waktu sebentar untuk sampai di mall. Nampak dari luar bahwa mall sedang dalam kondisi mencekam. Anak buah Mike sudah berada di sana terlebih dahulu. "Maju," ucap Mike melalui headset bluetooth yang terpasang di telinganya. Kemudian, barulah anak buah Mike dan anak buah Hansel yang sebelumnya juga dipanggil Mike maju untuk mulai melawan para penjarah itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN