Chapter 50

1001 Kata

Jessica mengambil sebuah kertas dan sebuah pensil. Gadis itu mulai menarikan pensilnya di atas kertas polos itu. Jessica menggambar wajah seseorang yang sedari kemarin membuatnya merasa sakit hati. Wajah itu tidak lain adalah wajah Papanya Hansel. Jessica menggambarnya bukan tanpa alasan, ia menggambarnya karena ingin memasang gambar itu pada papan dart yang akan ia jadikan sebagai sasaran untuk ia latihan menembak besok. “Semakin aku membayangkan wajahnya, maka rasa semangatku akan semakin menggebu,” Jessica membatin. Sampai saat jarum jam menunjukkan pukul 12 malam, Jessica baru menyelesaikan gambarnya itu. Gadis itu segera naik ke atas ranjangnya dan bersiap untuk tidur. Besok adalah hari sabtu dan itu tandanya Jessica tidak akan ke kampus. Itu sebabnya juga Jessica berani unt

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN