Chapter 80

1180 Kata

“Jika ada yang bertanya kepada Om Hansel, perihal Om Hansel ingin aku yang tetap hidup atau Papanya Om Hansel, maka, yang mana yang akan dipilih oleh Om Hansel?” Pertanyaan yang dilontarkan oleh Jessica itu jelas saja membuat Hansel terdiam seribu bahasa. “Itu hanya pertanyaan semisal, Om,” ucap Stefanni lagi. “Sebenci-bencinya gua sama Papa gua, dia enggak akan pernah bisa gua buang. Bahkan, kalau pertanyaan elo itu akan menjadi sebuah pertanyaan nyata, mungkin gua akan menjawab, biar nyawa gua saja yang menjadi korban, kalian jangan,” batin Hansel. “Malah melamun,” gerutu Jessica. Jessica pun beranjak dari kursi, lalu ia berjalan memasuki rumah. Karena, sedari tadi ia dan Hansel duduk santai di kursi halaman belakang rumah setelah hampir 1 jam latihan. Tanpa Jessica ketahui, H

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN