Galih pov Nata mengangguk dengan tangan yang masih menggenggam tangan gue . Gue balik menggenggam tangannya . Gak ada yang tau soal cerita masa lalu gue selain keluarga gue sendiri . Sekarang , gue bakal bagi cerita menyedihkan ini dengan seseorang yang berarti buat hidup gue . Gue menghela napas sebentar . " Kalo belom siap cerita juga gapapa kok jangan dipaksain . " ucap Nata dengan tatapan khawatirnya . Mungkin dia takut pusing gue kumat lagi . Jujur kepala gue emang sakit . Tapi gue sadar selama ini menyimpan beban sendirian itu berat banget . Bukan berarti gue sengaja membagi beban gue ke Nata . Gue hanya mencoba untuk bisa saling berbagi cerita ke cewek gue sendiri tanpa ada yang ditutupin . Hubungan yang baik itu diawali dengan saling keterbukaan kan ? " Nanti lo kepo mulu lag

