Author pov Galih kembali ke rumah sakit tempat Ayahnya dirawat , ia memegang tangan Ayahnya yang terasa lebih dingin . Merasa ada sesuatu yang menggenggam tangannya , Brian membuka matanya dan tersenyum melihat Galih yang berdiri disisinya . " Galih akan pergi tapi setelah kondisi Ayah lebih baik ." Ucap Galih dengan hati yang sudah mantap . Bahkan jika memang harus melukai hatinya sendiri akan ia lakukan demi melaksanakan baktinya kepada orangtua . " Kondisi Ayah gak pernah sebaik ini ." Ucap Brian seraya tersenyum . Senyum yang seakan menyiratkan sesuatu , membuat perasaan Galih sedikit tidak enak . Akhirnya Galih pamit untuk tidur di sofa dalam ruangan itu , membiarkan semua kepenatannya hari ini menguap kedalam mimpinya . Hatinya terasa sangat kosong mengingat bagaimana kacaunya wa

