27

2861 Kata

"Kamu yakin tidak mau ikut pindah kewarganegaraan denganku dan anak-anak, Lun?" Luna tersenyum. Kedua tangannya berhenti bergerak menata lemari baju dan perlengkapan bayi, pandangannya terarah pada Keenan yang sedang menimang Kai. Tubuh Kai yang kian menggembul di usia tiga bulan tampak begitu mungil dalam gendongan Keenan. Perlahan Kai mulai lelap tertidur, seperti halnya dua kakaknya yang sudah tertidur lebih awal setelah dibacakan buku dongeng oleh Keenan setengah jam lalu. Sudah ada lima kali Keenan menanyakan hal yang sama pada Luna sejak Adinda dan tim yang disuruh Kakek membawa pulang dokumen-dokumen penting, perlengkapan serta perkakas yang dibutuhkan dari Aachen ke Jakarta. Paspor, birth certificate, dan dokumen milik Keenan yang menunjukkan bahwa ia pernah menjadi pemilik kewar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN