Dira POV Dira terbangun dan mengerjapkan matanya. Kamar hotel? Ah, kamar hotelnya di Jakarta bersama Adya. Dira menghembuskan nafas, merasa beruntung ia hanya mengalami mimpi buruk. Itu cuma mimpi, Dira. Ia berkata berulang kali pada dirinya sendiri. Tidak mungkin ada dia disini. Setelah berulang kali menarik dan menghembuskan nafas, Dira kini merasa sedikit lebih tenang. Ia baru akan duduk ketika sadar kedua tangannya diborgol, menggunakan borgol dengan material kulit lembut berwarna hitam. Begitu pula kakinya. Oh, No. Bukan mimpi. Ia memang ditarik paksa ke dalam kamar dan dibius barusan. Dira begitu shock, tapi bersyukur ia masih berpakaian lengkap, kemeja lengan pendek dan celana panjang yang ia baru beli di Uniqlo semalam. Ketika akhirnya bisa duduk setelah beringsut sedemikian

