Chapter 59: Wasiat

2027 Kata

Adya POV Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan kalutnya hati Adya begitu mengetahui soal kabar ayahnya yang tiba-tiba terkena serangan stroke untuk kedua kalinya. Beruntung Diro beserta dokter senior lain yang pernah menangani ayahnya semua dapat dihubungi dan cepat mengambil keputusan begitu sang ayah tiba di RSAB. Hasil CT scan mengonfirmasi kecurigaan Diro, ada pecah pembuluh darah di kepala ayahnya, sehingga harus dioperasi sesegera mungkin. Pak Effendi memang memiliki tensi darah yang tinggi karena tidak seperti Adya, ia adalah perokok berat. Besok paginya sang ayah dioperasi, oleh Diro, dan Adya serta Bu Adelia menunggu dalam kondisi tak berdaya. Dira meminta sang ibu pulang ke rumah sebentar agar bisa berganti baju, makan sembari istirahat lalu kembali dengan perlengkapan ay

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN