Dira POV Dira memarkirkan mobilnya di depan rukonya. Pikirannya yang kusut membuatnya lemas malam ini. Ia hanya ingin mandi lalu leyeh-leyeh sembari menonton drama Korea dan menghabiskan coklat yang diberi Takeru. “Dira!” Panggil seseorang. Dira tersentak ketika sadar Adya yang memanggilnya. Ia mengusap-usap matanya tak percaya. “Mas Adya? Kok disini? Bukannya kerjaannya masih sampai lusa di Jakarta?” Tanyanya pada Adya yang berdiri di depan rukonya. “Iya, aku pulang sebentar. Besok aku balik naik pesawat pagi.” Adya menjawab. “Aku khawatir denganmu. Bagaimana tadi dengan Devin?” “Begitulah mas, susah diungkapkan dengan kata-kata.” Dira mengangkat bahunya. Dia terlalu lelah untuk bercerita panjang lebar dengan Adya. Tiba-tiba perutnya berbunyi. “Kamu pasti belum makan ya? Yuk makan

