Chapter 52: Istirahat

2127 Kata

Devin POV Siang ini Devin risau karena tumben ia disuruh datang ke ruangan ayahnya, Presiden Direktur Dubil, Pak Darmawan. Devin memasuki ruangan dengan langkah gontai, dan kaget melihat ada Revina juga disitu, masih dengan tangan berbalut gips, duduk di sofa seberang ayahnya. Kondisi Revina sudah hampir kembali biasa sejak kecelakaannya beberapa minggu lalu, tinggal sisa tangannya saja yang masih harus digips. Pak Darmawan, ayah mereka berdua tampak gusar. “Devin, kenapa papa tiba-tiba dikontak orang dari kantor pajak?” Tembak ayahnya begitu Devin duduk. Devin tercekat. “Mereka mengancam mau audit total. Bagaimana selama ini kamu mengurusnya?” Tanya ayahnya lagi, begitu kesal. Devin menelan ludah. Urusan dengan kantor pajak biasanya tidak pernah sesulit ini. Satu-satunya penyebab mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN