Chapter 16: Orang Baru

1838 Kata

Adya POV Adya memarkirkan mobilnya di pelataran rumah orang tuanya di daerah Sukajadi, Batam. Malam ini adalah malam sabtu, malam wajib untuknya makan malam di rumah bersama kedua orang tuanya. Adya sebenarnya lebih sering menginap di rumahnya sendiri yang berada di The Nove Nuvasa Bay, dekat kantornya, tapi jumat malam dia biasanya pulang ke rumah orang tuanya di Sukajadi. “Bagaimana kerjaanmu Dy?” Tanya Pak Rustam Effendi, ayah Adya sembari mereka menikmati makan malam. “Semuanya lancar, Pa.” jawab Adya pendek. Ayahnya mengangguk-angguk. Pak Effendi memiliki 5 pabrik besar di Batam dengan focus produksi yang berbeda-beda. Tadinya ia berharap Adya sebagai anak tunggalnya mau meneruskan usahanya. Ia meminta Adya kuliah mengambil jurusan teknik Industri atau elektro di Singapura, Tapi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN