Surti tertunduk lesu, matanya berkaca-kaca mengingat peristiwa yang sangat menyesakkan baginya. Peristiwa di mana masa depannya hancur dan kehormatannya yang direnggut dengan paksa. Tidak ada yang peduli dengan sakit hatinya, penderitaannya juga masa depan yang hilang begitu saja. Mereka hanya bisa mencemooh saat Surti yang malang menuntut keadilan, meminta tanggung jawab atas perbuatan yang mereka lakukan. Surti, gadis belia yang sudah tidak memiliki ayah dan bunda. Dia hidup sebatang kara dengan segudang derita yang dengan sangat terpaksa harus dia terima. Di saat Surti mengandung janin dari perbuatan dua orang yang sangat biadab itu. Mereka, yang seharusnya bertanggung jawab malah membuat fitnah yang membuatnya dibenci para warga dan diusir dari desa. Namun, berkat keluarga besar T

