Rosa terlihat mengurung diri di dalam kamarnya. Pikirannya menerawang jauh mengingat permainan yang dia lakukan kemarin bersama Memet. Dilemparnya bantal dan guling sembarangan. Merutuki kepribadian Memet yang sulit untuk diubah. “Kenapa ... Kenapa aku harus menyetujui perjanjian itu. Perjanjian yang sungguh membuat aku tersiksa.” Rosa bangkit dan berjalan mendekati jendela. Wanita itu menatap lurus ke depan, di mana ada Surti yang tengah duduk di pinggir kolam sambil memberi makan ikan-ikan di sana. Kembali berkelebatan bayangan itu, di mana Surti menggerakkan tubuhnya naik-turun di atas tubuh dokter Leo siang itu. “Aku tidak menyangka, ternyata Bik Surti memiliki tubuh yang sangat indah. Di balik baju daster kebesarannya.” Rosa tersenyum sendiri bila mengingat kejadian itu. “Ah ..

