Bab 32

979 Kata

Setelah mengambil Ilham aku langsung kembali ke kamar dan menidurkan Ilham. Namun pikiranku masih memikirkan ucapan Reyhan barusan. Jadi yang selama ini aku takutkan adalah ini semua namun Reyhan bisa membuat semuanya berjalan lancar. "Apa sebenci itu papa terhadap aku" "Terus kenapa dia harus berpura-pura baik pada ku" "Apa kerana Ilham, kalau dia memang mau Ilham dia bisa kan memintanya baik-baik tidak harus dengan begini caranya" Semua pertanyaan itu muncul di otakku dan bahkan aku merasa sedih. Namun lamunanku buyar dengan kedatangan Reyhan. "Belum tidur kamu?" Tanya nya sambil naik ke atas ranjang. "Belum, aku nungguin abang" Kataku sambil memeluknya. Sebenarnya aku ingin sekali menangis di pelukannya namun aku tahan karna aku tidak mau membuatnya sedih. "Ya sudah tidur san

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN