Lamaran Dika

1566 Kata

Kondisi ruangan di mana Nadia dirawat menjadi sunyi, yang terdengar hanya isak tangis Nadia, itupun sangat lirih. Nadia merasa tak pantas untuk Dika, pria yang akhir-akhir ini mengisi hari-harinya. Dika kemudian mendekatkan tubuhnya ke tubuh Nadia yang sedari tadi duduk di ranjang pasien. Dika memeluk wanita yang tengah menunduk malu karena air matanya itu. "Dia, kamu tahu, aku suka sama kamu sejak sekolah dulu? Dan asal kamu tahu, sampai sekarang perasaanku ke kamu masih sama." ucap Dika lirih, membuat Nadia menghentikan tangisannya. Nadia merasa senang mendengar pengakuan Dika, namun di satu sisi, Nadia merasa dirinya kejam karena selama ini Dika selalu menyandang status teman bagi Nadia. Sejak Nadia menambatkan hatinya pada Satria, tak ada nama pria lain di hatinya. Namun tidak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN