Nadia sedang sibuk membaca dokumen-dokumen yang ada di meja. Jaya sengaja memberi berbagai macam dokumen agar Nadia paham apa saja yang harus ia pelajari. "Ayah.. Nadia pusing.." rengek Nadia dengan suara manjanya. Siapa saja yang mendengarnya pasti berpikir kalau Nadia hanya gadis remaja yang merengek pada ayahnya, terdengar begitu manja dan menggemaskan. Jaya tertawa melihat tingkah putrinya yang tengah mengandung cucunya yang kedua itu. "Baru juga lihat, udah bilang pusing. Nurma, tolong ajari Dia dari hal yang paling kecil." ucap Jaya pada sekretarisnya. Nurma ikut tersenyum melihat tingkah menggemaskan anak bosnya. Nurma sangat tahu kalau selama ini Nadia memang tak pernah tahu-menahu masalah pekerjaan kantor Jaya dan Satria. Nurma juga tahu alasan Nadia mulai belajar bisnis ayah

