Tap lovenya ya bagi yang belum tap. Terima kasih. . Satria seperti terhipnotis mendengar ucapan Sofia barusan. Ada sepercik rasa bangga dirinya bisa menikahi Sofia. Walau dibalik semua itu, ada rasa penyesalan yang mungkin akan ia kenang selamanya. "Ya udah, buruan, aku udah lapar." ucap Satria sedikit terbata karena ia merasa gugup ditatap oleh Sofia sebegitu lekatnya. Sementara Sofia sendiri merasa bahagia karena akhirnya setelah sekian lama, ia bisa kembali lagi tinggal bersama Satria. Pernikahan yang awalnya ia lakukan hanya agar ia tak merasa sendirian, kini menjadi pernikahan yang sangat ia harapkan. Sofia merasa seperti mendapat karma berulang kali. Setelah ia hidup menderita selama ini, kini di dalam hatinya ada perasaan takut yang teramat besar. Sofia tak ingin ada wani

