Satria mencoba menyeka air mata Nadia menggunakan tangan kirinya, namun Nadia buru-buru menepis tangan Satria. "Biarin mas, jangan sentuh aku." ucap Nadia tegas, Nadia akhirnya selesai mengobati luka Satria dan memberi perban untuk menutupi lukanya tersebut. Nadia lalu beranjak pergi, Satria dengan menahan rasa sakit di dadanya hanya bisa membiarkan Nadia pergi, masuk ke kamarnya. "Kalau kamu nggak sibuk, tidurlah dengan Bobi. Aku nggak akan ganggu kalian." ucap Nadia yang tiba-tiba menghentikan langkahnya, Nadia bahkan tak menatap Satria, ia hanya menolehkan kepalanya sedikit ke kanan. Setelah itu Nadia melanjutkan langkahnya lagi menuju ke kamarnya. Apalagi yang bisa Nadia lakukan kalau bukan menangis. Semakin hari perasaan Nadia semakin tak karuan. Kondisinya yang sedang hamil muda

