Follow akunku ya, muah. . . Suasana masih sepi, udara dingin menyambut Satria yang tengah berjalan keluar rumah. Matahari bahkan belum menampakkan sinarnya, namun Satria bergegas masuk ke dalam mobilnya. Satria sengaja bangun lebih pagi, hanya untuk mengunjungi alamat yang diberikan kedua orang yang sudah ia bayar kemarin. Satria ingin melihat apakah benar wanita itu adalah Sofia, istrinya. Setahun lebih sudah Sofia meninggalkan Satria. Tak ada kerinduan di hati Satria selama ini. Walau terkadang ia memikirkan nasib Sofia dan berharap kalau Sofia baik-baik saja. Namun itu hanya terlintas di benaknya sesekali saja. Hati dan pikirannya sudah dipenuhi oleh pekerjaan, Nadia dan anak-anaknya. Satria bahkan merasa senang ketika mengetahui Sofia pergi pertama kali. Namun karena dorongan

