Komen dong biar rame, tap lovenya bagi yang belum dan jangan lupa follow aku ya. Terima kasih. . . Nadia mengulum bibirnya berkali-kali, ia berpikir keras tentang apa yang akan ia ucapkan pada Pras. Namun, Pras malah tergoda melihat aksi Nadia yang terus bermain dengan bibirnya itu. "Bibir kamu gatal? Mau aku garukin? Atau kering? Aku juga bisa bantu basahin." ucap Pras dengan nada bercanda. Walau sebenarnya ia diam-diam menelan salivanya, ia begitu tergoda ingin menikmati bibir wanita cantik di sampingnya itu. Nadia membelalakkan mata, secepat kilat menghentikan aktivitasnya yang tengah bermain dengan bibirnya itu. Tanpa sadar, punggung tangan kanannya mengelap bibirnya. "Apa kamu sulam bibir? Bagaimana bisa bibir kamu terlihat merah merona walau dari tadi kamu mainin terus?"

