Epilog "Bobi, panggil adik-adikmu cepat. Photografernya udah siap itu." ucap Pras yang tengah membenarkan posisi dasinya. Siang itu Pras dan keluarga hendak melakukan pemotretan untuk foto keluarga. Nadia muncul dengan sangat cantik sambil membawa foto Jaya di tangannya. "Apa ini nggak terlalu besar, Sayang?" tanya Nadia lirih, sambil memandangi foto ayahnya itu. Ia membelai lembut kaca pada bingkai foto itu, "Dia rindu Ayah." ucapnya lirih. "Jangan menangis, aku juga rindu Ayah. Kalau kamu menangis, nanti fotonya jelek. Udah, nanti anak-anak ikut menangis." ucap Pras yang lalu menyeka air mata sang istri. Ya, hari ini tepat 1 tahun semenjak Jaya berpulang. Ayah Nadia itu pergi untuk selama-lamanya, meninggalkan kenangan indah di hati anak dan cucu-cucunya. Pras dan Nadia berencana
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


