Kata orang pacaran itu layaknya musim semi, semuanya terasa indah dan berbunga-bunga. Saling berbicara di telepon hingga larut malam bersama Kenzo membuat Tamara tidur dengan nyenyak dan tentu saja mimpi indah. Pagi hari dia turun bersama Riris bersiap menuju kantor. “Hai bep, hai Ris,” sapa Kenzo dan bersandar di pintu mobilnya. “Ijo, ngapain?” tanya Tamara. “Jemput pa…” belum sempat Kenzo melanjutkan perkataannya Tamara sudah mengangkat jari telunjuknya dan menaruh di depan bibirnya mengisyaratkan agar Kenzo tutup mulut dan tidak bocor memberitahukan hubungan mereka. “Jemput pacar Ris. Tamara udah ngasih tahu kamu belom,” Tamara menghela napas. Sia-sia usahanya agar Kenzo tidak berbicara blak-blakan. Pacar macam apa yang tidak mendengarkan permintaan pasangannya. “Gak perlu. Walaup

