"Ish, Mas, sana dulu!" Canting menggeliat menggerak-gerakkan bahunya saat Tirta menaruh kepalanya di ceruk leher Canting sambil mengecupinya. "Kenapa, sih?" tanya Tirta dengan suara tertahan. "Aku ngelonin Allea dulu! Sana, deh, Mas ke kamar aja tunggu di sana!" jawab Canting juga dengan suara tertahan karena takut Allea yang baru memejamkan matanya terbangun, wanita itu sedikit jengkel karena sejak tadi tidak mau menjauh dan selalu berusaha mencumbunya. Sejak ditinggalkan ke Pekalongan Allea menjadi semakin manja, tidak sekejap pun gadis kecil itu mau Canting tinggalkan. Mungkin Allea takut jika Canting kembali pergi tanpa pamit, ia belum sepenuhnya mengerti jika Canting tidak akan lagi bisa pergi. Sudah ada ikatan kuat yang mengikat Canting di sini, ikatan pernikahan. Tirta mengh

