Benarkah ia menyukai Jesselyn? Tapi sejak kapan? Reza menghela napas panjang seraya mencoret tulisannya dengan cepat. Lelaki yang sedang berada di perpustakaan itu menatap buku miliknya yang sudah tak layak pakai. Banyak sekali coretan tak jelas yang Reza berikan di setiap sudutnya. Bahkan materi yang sedang ia cari tak terlihat sama sekali. Tertutup tulisan aneh yang baru Reza sadari jika itu sudah memenuhi bukunya. “Anjing!” gumam lelaki itu dengan pelan. Mengacak rambutnya dengan asal, Reza lalu menunduk. Menarik ujung rambut kecoklatannya yang kini sudah lebih pendek dari sebelumnya, Reza mengerang kesal. Sejak kapan dirinya bisa berubah sedrastis ini? Dan hanya karena perempuan? Sialan yang tak berujung ini berhasil membuat Reza frustasi. Jesselyn hanya perempuan biasa. Tidak ada

