Jyoti terbangun saat hari masih petang, dengan perlahan mencoba melepaskan pelukan dan penyatuan Thomas di tubuhnya. Berhasil! Jyoti dengan perlahan menggeser tubuhnya ke tepi ranjang, melangkahkan kakinya masuk ke bilik kamarnya sendiri. Menyalakan shower air hangat dan mengguyur seluruh tubuhnya yang terasa nyeri, saat menundukkan kepala ia melihat tetesan darah dari pusat tubuhnya. Wajah Jyoti memucat, segera ia mengeringkan tubuhnya, dengan segera meminum obat penguat kandungan yang sudah diresepkan. Dengan terburu-buru ia memakai pakaiannya dan berbenah diri berkemas untuk segera meninggalkan apartemen milik Thomas. Selamat jalan Sayang. Jyoti menyentuhkan telapak jemari kanannya dibibirnya kemudian ditempelkannya di gambar bibir foto Thomas, yang menggantung di dinding ruang ta

